Penulis: Evan Septian
Januari
kuhamparkan segala harapan ku diatas rerumputan langit
Getaran ambisi
mencabut pohon kelemahan, ketakukan dan kemalasan jiwa
Hingga terlihatlah
cahaya cita memudarkan kebutaan di setiap pagi ini
Lepas melengang kembali
segala mimpi itu menuju tangan suci nya
Sebelum itu,
kusadarkan diriku bahwa bisikan kegelapan takkan berhenti memunafikkanku
Duri di langkah
ini takkan hilang, jarum kepedihan kan tetap menusuk hati
Batu-batu dari
mulut hitam akan ada melempari jiwa dan fikiranku
Sampai ku
melemah, takut dan mati dalam waktu
kehidupan ku
Apakah ku kan
benar-benar mati dalam waktu kehidupanku
Selemah itu kah
tubuh dan jiwa ini yang tercipta oleh kehormatan langit
Tidakkah aku
memiliki iman dalam hati ini yang mencintai dan merindukan penciptanya
Benarkah sebagai
manusia aku akan mati di waktu kehidupanku
Biarlah januari
ini awal kubangun pondasi segala hasrat cita ku
Biarkan aku
bangun dari liang kubur yang terbentuk oleh amarah dan kebisuanku
Kawal lah aku
dengan semua doa-doa cinta hati kita semua kerabat ku
Tegap dan
tegaskan melawan tantangan kehidupan dunia dan kelemahan diri ini karena aku
sadari aku Manusia

