
Penulis:Evan Septian
Bisikkan kecil berirama dengan langkah kecil yang berjalan
Dibalik gelap malam dan dibawah sinaran rembulan
Bersembunyi ketakutan oleh suara-suara malam yang
meresahkannya
Suara-suara setan yang mencoba mengubahnya menjadi budak dari
kegelapan
Budak dari para dajjal,yang mempertuhankan
Kebencian,Harta,Dosa,dan Nafsu Syahwat mereka
Terluka,terhina,kotor dan hancur yang mereka dapatkan
Tangisan tiada henti hingga tanpa airmata yang berlinang
Meracuni kehidupan mereka…..
Yah mereka dari para generasi baru bangsa ini
Para penyambung kehidupan ini,Para daun-daun muda yang kan
memekarkan bunga-bunga keadilan,cinta dan kebahagiaan
Lekanglah wahai kedurjanaan,jangan kau buat tunas ini layu
dan mati dalam kelam jiwamu
Mereka bibit dari tanah surga,terlahir atas seruan para
penduduk langit,dengan anugerah jiwa khalifah yang tertanam dalam dirinya
Dari Tempat dimana bersemayam jiwa-jiwa kesatria Yang kini
telah menyatu pada tanah pertiwi ini
Menjadi cahaya dalam sejarah bangsa Kami Hingga bayangan
mereka takkan hilang dari pelukkan pertiwi
Akankah masih terlihat cahaya itu dijiwa kita Diantara
kepungan budaya lain yang membungkam
Akankah masih ada kesatria yang kan menegakkan kebenaran Diantara
gerilya penjajah meracuni kehidupan kita
Kita bukan pesakit yang mudah mereka injak Bukan juga
pengemis yang meminta belas kasih pada mereka
Tanah kita adalah milik kita,kekayaan pertiwi adalah milik
kita Tak satupun hak mereka yang ada dibangsa ini
Sekarang mereka dan kalian mendengar suara kami Suara para
penerus keadilan dari cahaya masa lampau
Akankah kalian masih menjadi penonton bodoh Dari Tragedi ketidak adilan ini
Dan apakah mulut kalian masih diam dan membela mereka
Ribuan cara akan mereka tempuh demi rusaknya Tunas Cahaya dan
Tanah Surga ini,agar tiada lagi kebenaran tumbuh didalamnya
Ingatlah wahai
pemimpin ku,ingatlah wahai saudaraku sebangsa Tuhanmu akan murka,pada bangsa
ini
jika kedurjanaan dibiarkan tumbuh mengakar pada tanah pertiwi
ini Tanah Syurga Kita tercinta ini,tanah dimana kita Hidup dan mati bersama nya